Pengertian Mikrotik
MIKROTIK
MikroTik RouterOS adalah sistem operasi berbasis Linux yang digunakan untuk menjadikan PC berbasis intel atau AMD (personal computer) mampu melakukan beberapa fungsi di dalamnya yaitu router, bridge, firewall, pengaturan bandwidth, wireless access point atau client dan fungsi networking serta beberapa fungsi server
Mikrotik adalah sistem operasi jari berbasis software yang memungkinkan buah computer bisa berfungsi sebagai router.
Sistem operasi ini dikenal dengan RouterOS.melalui routerOS,computer bisa melakukan berbagi fungsi jaringan yang biasanya hanya dilakukan oleh perangkat keras router khusus,termasuk pengalihan paket data antar jaringan, pengaturan IP address, kontrol bandwith dan manajemen firewall.keunggulan dari pendekatan berbasis software adalah fleksibilitas dan kemampuan untuk menyesuaikan konfigurasi sesuai dengan kebutuhan spesifik.misalnya, routerOS mendukung berbagai protocol jaringan dan metode autentikas, sehingga memungkinkan integrasi dengan infrastuktur jaringan yang sudah ada.selain itu,karena berbasis perangkat lunak, pembaruan dan peningkatan fitur bisa dilakukan lebih mudah dibandingkan dengan perangkat keras khusus.kelebihan ini menjadikan mikrotik sebagai solusi yang ekonomis dan scalable untuh kebutuhan jaringan dari berbagai ukuran dan kompleksitas.
JENIS-JENIS MIKROTIK
Berikut beberapa jenis pilihan produk mikrotik yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan spesifik dari berbagai jenis pengguna.
RouterBOARD
Merupakan salah satu produk unggulan dari mikrotik yang berupa hardware router dengan sistem operasi routerOS terpasang terpasang di dalamnya.routerBOARD sangat fleksibel dan dapat digunakan dalam berbagai scenario network, mulai dari jaringan rumah hingga jaringan Perusahaan skala besar. Varian yang popular termasuk RB750 (untuk kebutuhan jaringan rumah atau kecil) dan CCR1009 (untuk jaringan Perusahaan yang membutuhkan performa tinggi).
Cloud Router switch (CRS)
Adalah perangkat inovatif dari mikrotik yang mengan fungsi router dan switch dalam 1 perangkat.fungsi ini berguna untuk organisasi atau bisnis yang membutuhkan solusi jaringan terintegrasi.CRS memungkinkan manajemen jaringan jaringan yang lebih sederhana dengan mengurangi jumlah perg perlu dikelola. Selain itu, CRS juga tersedia dalam berbagai varian yang menawarkan jumlah port dan fitur keamanan berbeda, sehingga pengguna dapat memilih model yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
SXT
SXT adalah perangkat wireless outdoor yang dirancang oleh mikrotik, biasanya digunakan untuk solusi point-to-poit atau point-to-multipoint.
Perangkat ini sangat berguna untuk menghubungkan dua lokasi yang terpisah oleh jarak cukup jauh, seperti antar Gedung atau bahkan antar kota, tanpa perlu menggunakan kabel fisik.
SXT mendukung berbagai standar jaringan nirkabel dan biasanya dilengkapi dengan antenna yang kuat agar memastikan koneksi stabil.
Wireless Wire
Wireless Wire dirancang khusus untuk menghubungan dua lokasi dalam jarak dekat dengan kecepatan tinggi melalui jaringan nirkabel. Wireless Wire biasanya digunakan dalam scenario di mana kabel fisik tidak praktis atau terlalu mahal untuk diinstall.
Audience
Audience adalah router WI-FI mesh dari mikrotik untuk memberikan koneksi nirkabel yang stabil dan cepat dalam area luas. Router ini cocok dipakai dalam lingkungan seperti hotel, kampus, atau pusat perbelanjaan , dimana banyak perangkat perlu terhubung ke jaringan.audience memungkinkan beberapa router bekerja Bersama dalam satu jaringan mesh, memastikan cakupan luas dan koneksi yang handal.
FUNGSI MIKROTIK
Routing dan traffic management.salah satu fungsi utama mikrotik adalah sebagai router untuk mengatur traffic data antara berbagai jaringan. Hal ini mencakup fitur routing statis dan dinamis, serta dukungan untuk berbagai protocol routing seperti RIP, OSPF, BGP.
Firewall dan keamanan, mikrotik menyediakan fitur firewall canggih untuk memfilter paket data dan melindungi jaringan dari akses yang tidak sah.
Kontrol bandwith dan quality of service (QoS), mikrotik memungkinkan pengguna mengatur alokasi bandwith dan prioritas traffic melalui fitur quality of service, memastikan aplikasi atau layanan penting mendapatkan alokasi sumber daya yang cukup.
Hotspot dan akses nirkabel, mikrotik juga sering membuat hotspot WiFi.kegunaan ini mencakup fitur untuk otentikasi pengguna, manajemen bandwith, dan lain-lain.
Virtual private network (VPN), mikrotik mendukung berbagai jenis VPN termasuk PPTP, L2TP, dan OpenVPN, memungkinkan pengguna mengakses jaringan secara aman dari lokasi remote
Monitoring dan log, menyediakan berbagai alat untuk memonitor performa jaringan dan mencatat aktivitas, sehingga membantu dalam analisis dan troubleshooting
Skalabilitas dan modularitas, salah satu keunggulan mikrotik adalah kemampuannya untuk ditingkatkan dan disesuaikan.pengguna dapat menambahkan modul dan aksesori sesuai kebutuhan
Protocol dan standar terbaru, mikrotik selalu meng-update produknya untuk mendukung protocol dan standar jaringan terbaru, memastikan kompatibilitas dan kinerja yang optimal.
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN MIKROTIK
Kelebihan:
Flitas dan kustomisasi, salah satu keunggulan besar dari mikrotik adalah fleksibilitasnya. Dari konfigurasi sampai ekspansi, semua bisa disesuaikan sesuai kebutuhan
Punya fitur lengkap, ada beragam fitur mulai dari routing, firewall, hingga manajemen bandwith.
Harga terjangkau, dibandingkan dengan solusi jaringan dari vendor lain, mikrotik termasuk lebih ekonomis tanpa mengorbankan kualitas dan fitur.
Dukungan komunitas yang kuat, ada banyak forum, tutorial, dan sumber daya lain yang tersedia untuk membantu pengguna mikrotik
Skalabilitas, produk mikrotik dirancang untuk bisa ditingkatkan, memungkinkan pengguna menambahkan lebih banyak perangkat atau fitur sesuai kebutuhan.
Keamanan yang baik, dengan fitur keamanan yang canggih seperti firewall dan VPN, mikrotik membantu memastikan bahwa jaringan aman dari ancaman eksternal.
Kekurangan:
Kurva belajar, meskipun fleksibel dan memiliki banyak fitur, mikrotik bisa menjadi cukup kompleks untuk pengguna yang tidak berpengalaman dalam network management.
Konsistensi kualitas, dikarenakan menawarkan produk di berbagai titik harga, kualitas antar produk mikrotik bisa bervariasi.
Kompatibilitas, walau umumnya mendukung standar industry, ada kalanya mikrotik tidak sepenu kompatibel dengan perangkat atau solusi dari vendor lain.
Lisensi tambahan, beberapa fitur atau kapabilitas di mikrotik mungkin memerlukan pembesi tambahan yang bisa menambah biaya operasional.
Kebutuhan hardware, untuk memaksimalkan semua fitur canggih, terkadang diperlukan hardware dengancspesifikasi lebih tinggi yang akan menambah biaya.
FITUR PENDUKUNG MIKROTIK :
Addres List
Fitur ini berfungsi untuk mengelompokkan IP address berdasarkan nama.
Asynchronous
Fitur ini berfungsi sebagai pendukung serial PPP dial-in atau dial-out dengan otentikasi CHAP, PAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, radius, dial on demand, modem pool hingga 128 ports.
Bonding
Fitur bonding akan mendukung pengkombinasian beberapa antarmuka ethernet ke dalam satu pipa sehingga mendapat kecepatan internet yang tinggi.
Bridge
Bridge akan mendukung fungsi bridge spinning tree, multiple bridge interface, dan bridging firewalling.
Data rate Management
Ini merupakan QoS yang memiliki dasar HTB yang menggunakan burst, PCQ, RED, SFQ, FIFO queue, CIR, MIR, dan Limit peer to peer.
DHCP
Fitur mikrotik yang satu ini dapat mendukung DHCP tiap antarmuka. Mulai dari DHCP Relay DHCP Client, multiple network DHCP, static and dynamic DHCP leases.
Firewall dan NAT
Fitur firewall dan NAT dapat mendukung pemfilteran koneksi peer to peer, source NAT dan destination NAT. serta mampu memfilter berdasarkan MAC, IP address, range port, protocol IP, pemilihan opsi protocol seperti ICMP, TCP Flags, dan MSS.
Hotspot
Didalam mikrotik terdapat hotspot gateway dengan otentikasi RADIUS yang bisa support untuk limit data, SSL, dan HTTPS.
IPSec
Ipsec memiliki fitur protocol AH daSP untuk IPSec;MODP Diffie-hellmann groups 1,2,5;MD5 dan algoritma SHA1 hashing;algoritma enkripsi menggunakan DES, 3DES, AES,-128, AES-192, AES-256;perfect forwarding secrecy (PFS) MODP groups 1, 2, 5.
ISDN
ISDN dapat mendukung ISDN dial-in/dial-out. Dengan otentikasi PAP, CHAP, MSCHAPv1 dan MSCHAPv2, radius. Mendukung 128k bundle, cisco HDLC, x751, x75ui, x75bui line protokol.
M3P
Ini merupakan mikrotik protokol paket packer yang digunakan dalam wireless links dan ethernet.
MNDP
Merupakan mikrotik discovery neighbour prokol, seperti kebanyakan mempunyai dukungan untuk cisco discovery protokol (CDP).
NTP
akan network time protokol untuk server dan clients yang bisa disinkronisasi menggunakan sistem GPS.
Point to point Tunneling protocol
PPTP, PPPoE dan L2TP Access consentrator merupakan protokol otentikasi menggunakan PAP, CHAP, MSCHAPv1, MSCHAPv2, dan dapat diotentikasi dengan laporan radius;enkripsi MPPE;kompresi untuk PPoE;limit data rate.
Proxy
Merupakan cache untuk FTP dan HTTP proxy server, HTTPS proxy, transpararent proxy untuk DNS dan HTTP; yang dapat mendukung protokol SOCKS;mendukung parent proxy; dan static
Routing
Fitur ini terdiri dari routing statik dan dinamik;RIP v1/v2, OSPF v2, BGP v4.
SDSL
Adalah fitur untuk mendukung single line DSL;mode pemutusan jalur koneksi dan jaringan.
VLAN
Mendukung virtual LAN IEEE 802.1q untuk jaringan ethernet dan wireless, multiple VLAN; dan VLAN bridging.
VoIP
Befungsi untuk mendukung aplikasi VOICE OVER IP
Winbox
Merupakan sebuah aplikasi untuk remote dan mengkonfigurasi mikrotik itu sendiri.
TOPOLOGI
Case 1 [Membangun Jaringan Rumahan]
Ketika Anda berlangganan internet dengan kecepatan dibawah 10Mbps maka Router Manajemen yang bisa digunakan adalah perangkat RB931-2nD. Perangkat RB931-2nD ini memiliki fitur yang sama dengan router Mikrotik yang lainnya, perangkat RB931-2nD juga sudah di bekali satu interface wireless yang berjalan pada frekuensi 2.4Ghz sehingga mendukung sekali untuk perangkat-perangkat wireless seperti HP ataupun Laptop. Berikut contoh implementasi membangun jaringan rumahan:
Dengan menambahkan Router RB931-2nD diantara modem dan client, maka kita bisa melakukan manajemen untuk sisi clientnya. Sebagai contoh, Anda bisa menerapkan fitur Kid Controll. Dengan fitur Kid Controll ini, kita bisa memberikan manajemen akses internet terhadap Anak berdasarkan waktu, bisa juga menggunakan fitur Access List, sehingga perangkat client yang tidak dikenal bisa kita drop (kick). Detail perangkat RB931-2nD bisa dilihat dengan menekan link berikut: RB931-2nD
Jika di daerah Anda masih belum terjangkau ISP, maka sebagai solusinya Anda bisa gunakan Modem LTE USB sebagai sumber internetnya. Tentunya ketika menggunakan Modem USB LTE maka Anda juga harus menggunakan perangkat Router yang juga sudah mendukung port USB. Perangkat Mikrotik yang sudah mendukung port USB biasanya terdapat kode "U" pada kode produknya. Contoh implementasi Mikrotik dengan Modem USB sebagai berikut:
Sebagai alternatif lain selain menggunakan modem USB, Di Mikrotik sendiri terdapat perangkat yang sudah mendukung modem mini pci-e. Sehingga dengan adanya perangkat yang sudah mendukung modem mini pci-e ini maka kita bisa lebih meringkas perangkat. Dengan satu perangkat saja bisa kita gunakan sebagai sumber internet, mendistribusikan dan memanajemen jaringan yang ada. Perangkat yang sudah mendukung modem mini pci-e adalah sebagai berikut: LtAP, LtAP mini, RBwAPR-2nD, RBwAP LTE Kit. Contoh implementasinya sebagai berikut:
Ketika membangun jaringan rumahan, dan Anda memiliki kebutuhan untuk memperjauh jangkauan wifi maka sebagai solusinya Anda bisa gunakan beberapa perangkat Access Point. Untuk komunikasi setiap perangkat Access Point bisa dihubungkan menggunakan kabel LAN. Tentunya akan sedikit ribet jika menghubungkan setiap Access Point dengan kabel LAN. Mikrotik sendiri sudah melakukan inovasi terhadap perangkatnya sehingga dengan perangkat PWR-Line-AP kita bisa melewatkan data melalui kabel listrik selama kelistrikan masih dalam satu phase. Sebagai contoh implementasinya bisa dilihat pada gambar berikut:
Case 2 [Membangun Jaringan SOHO]
Meningkat satu level dari sebelumnya, pada jaringan SOHO (Small Office Home Office) tentunya memiliki kebutuhan yang lebih bervariasi dibandingkan dengan jaringan rumahan yang simple seperti pada contoh kasus diatas. Pada jaringan SOHO sendiri biasanya memiliki layanan internet yang bervariasi, mulai dari 10Mbps-50Mbps, kemudian memiliki 10-30 client menggunakan kabel dan terdapat beberapa client yang terkoneksi menggunakan wireless. Terkadang juga memiliki kebutuhan penyimpanan bersama seperti NAS. Contoh topologinya sebagai berikut
Pada jaringan SOHO, terdapat dua opsi sebagai Main Routernya. Opsi pertama bisa menggunakan perangkat RB750Gr3, kemudian opsi yang kedua bisa menggunakan RB450Gx4. Perbandingan dari kedua alat tersebut bisa dilihat pada halaman berikut: Perbandingan RB750Gr3 dan RB450Gx4.
Untuk Switch yang akan digunakan pada jaringan SOHO, bisa disesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Di Mikrotik sendiri memiliki beberapa varian Switch, mulai dari perangkat switch dengan 5 port ethernet hingga perangkat switch dengan 48 port ethernet. Kemudian pada beberapa varian switch Mikrotik, juga terdapat port Fiber Optic (SFP) sehingga kita bisa membangun jaringan SOHO dengan kecepatan yang tinggi. Untuk perangkat Switch Series Mikrotik bisa Anda lihat pada halaman berikut:
-CRS SERIES
-CSS SERIES
Perangkat Access Point Mikrotik yang bisa digunakan untuk jaringan SOHO terdapat beberapa series, seperti cAP Series, mAP Series, dan wAP Series. Anda dapat gunakan dan sesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Perangkat cAP Series, mAP Series, dan wAP Series bisa ditemui pada halaman berikut:
Pada contoh topologi diatas kami menggunakan Access Point cAP-ac. Perangkat cAP-ac memiliki 2 interface wireless yang berjalan di frekuensi 2.4Ghz dan 5.8Ghz. Jika terdapat client dengan sinyal yang lemah, maka Anda bisa tambahkan Access Point lagi supaya dapat mengcover area tersebut. Sebagai tambahan informasi bahwa sinyal wireless akan berkurang ketika terdapat halangan berupa tembok, beton, kaca, dll.
Case 3 [Medium Network]
Dalam membangun jaringan Medium Network, tentunya memiliki topologi dan kebutuhan perangkat yang lebih kompleks lagi dibandingkan dengan jaringan rumahan dan SOHO. Pada jaringan SOHO biasanya bandwidth yang digunakan adalah 10Mbps sampai 50Mbps, kemudian memiliki client 10 sampai 30 client, sedangkan pada jaringan Medium Network menggunakan bandwidth yang lebih tinggi lagi mulai dari 50Mbps sampai 300Mbps, dan jumlah client yang lebih banyak mulai dari 100 client hingga 1000 client dan terkadang memiliki server aplikasi dan web server tersendiri. Sebagai contoh kasus bahwa medium network ini di terapkan di area kantor, sekolahan atau kampus. Contoh topologinya bisa dilihat pada gambar berikut:
Pada jaringan Medium Network, router yang bisa digunakan adalah RB1100AHx4 atau CCR Series, Router tersebut yang nantinya akan digunakan sebagai Main Router/Router Manajemen. Semakin banyak fitur-fitur yang akan digunakan (Hotspot, DHCP, Dude, QoS, Firewall, dll) maka disarankan untuk menggunakan Router CCR Series. Perangkat RB1100AHx4 atau CCR Series bisa ditemui pada halaman berikut:
Perangkat Switch yang bisa digunakan pada Medium Network ini bisa disesuaikan sesuai dengan kebutuhan. Switch di Mikrotik sendiri memiliki berbagai fitur yang bervariasi mulai dari jumlah port yang bervariasi, port SFP 1G (S) dan port SFP 10G(S+), PoE-Out, dll. Produk Switch Mikrotik bisa Anda pilih pada halaman berikut:
Access Point yang bisa digunakan pada jaringan Medium Network, sama dengan kasus SOHO diatas. Ada beberapa opsi yang bisa Anda gunakan seperti cAP Series atau wAP Series. Perangkat Access Point Mikrotik bisa ditemui pada halaman berikut
Contoh impelementasi Medium Network yang lainnya adalah ketika kita akan menghubungkan dua site, dimana internet hanya terdapat di salah satu site saja. Sebagai solusinya kita bisa melakukan Point to Point (PTP) wireless dengan topologi seperti berikut:
Jika kita memiliki kantor cabang lebih dari satu kantor, maka kita bisa menghubungkan kantor pusat dan kantor cabang dengan melakukan Point to Multi Point (PTMP) wireless. Tentunya dalam membangun jaringan Point to Multi Point ini sumber internet berada di kantor pusat dan kantor cabang akan menggunakan resource yang terdapat di kantor pusat. Gambaran topologi jaringan Medium Network Point to Multi Point sebagai berikut:
Untuk perangkat wireless yang digunakan akan sangat bervariasi nantinya, karena akan berpengaruh terhadap throughput yang akan dilewatkan dan juga seberapa jauh jarak yang akan di tempuh. Sebagai contoh dalam melakukan PTP dengan jarak 1-2 KM maka bisa menggunakan perangkat SXT Series. kemudian untuk membangun link wireless PTMP dengan cover area 500M maka bisa menggunakan Omnitik Series sebagai Access Pointnya, kemudian di sisi wireless client nya bisa menggunakan SXT Series.
Untuk membantu pemilihan wireless Mikrotik maka bisa menggunakan aplikasi wireless link calculator, atau bisa juga melihat table berikut: Guide for PTP & Guide for PTMP.
Ketika membangun jaringan dengan menggunakan wireless, maka tentunya ada banyak sekali hal yang perlu diperhatikan supaya bisa mendapatkan hasil yang maksimal. Tentunya link wireless harus loss tidak terdapat halangan, Fresnel zone terpenuhi, dan juga harus memilih frekuensi yang masih jarang digunakan supaya terhindar dari interfrensi.
Jika beberapa point diatas tidak dipenuhi, maka bisa saja link wireless tidak berjalan maksimal. Alternatif lain dalam membangun jaringan dengan kecepatan yang tinggi maka bisa menggunakan Fiber Optic. Citraweb juga menyediakan SFP Tranceiver yang bervariasi. terdapat SFP Tranceiver dengan kecepatan 1Gbps hingga 10Gbps, ada juga SFP Tranceiver yang bisa digunakan untuk menghubungkan link dengan jarak 500 meter hingga 120Km. Ragam variasi dari SFP Tranceiver yang kami miliki bisa dilihat pada halaman berikut: SFP Series Citraweb. Contoh impelementasi Medium Network dengan Fiber Optic bisa dilihat pada gambar dibawah ini
Mengingat besarnya biaya ketika membangun jaringan Fiber Optic, maka sebagai alternative lain bisa menggunakan kabel ethernet + GPeR (Gigabit Passive Ethernet Repeater). Secara umumnya, kabel ethernet bisa digunakan hingga jarak 80-100M (tergantung dengan kualitas kabelnya). Namun dengan perangkat GPer ini bisa digunakan untuk menghubungkan dua buah site dengan jarak up to 1.5KM.
KESIMPULAN
Produk Mikrotik memiliki banyak varian Router, mulai dari Router Core, Router Switch, Router Wireless, dll. Kemudian fitur yang dihadirkan tentunya juga bervariasi seperti interface ethernet 10G, port Fiber Optic, PoE-Out, dll. Dihadapkan dengan pilihan yang sangat bervariasi tentunya user bingung terhadap pemilihan perangkat yang akan digunakan. Pastikan Anda sudah memiliki list kebutuhan jaringan dan rancangan jaringan (topologi) yang akan di bangun sehingga nantinya Anda bisa memiliki gambaran terhadap perangkat yang akan digunakan. Untuk membandingkan perangkat-perangkat Mikrotik bisa menggunakan aplikasi bantu Routerboard.co.id.
Semoga dengan adanya artikel ini, user yang masih awam sekali dalam membangun jaringan bisa mendapatkan gambaran mengenai membangun jaringan dari nol.
Jika Anda masih bingung terhadap pemilihan produk Mikrotik maka Anda bisa menggunakan fitur Layanan - Mikrotik.co.id atau email ke Layanan@mikrotik.co.id untuk mendiskusikan jaringan yang akan di bangun beserta pemilihan produknya
SETTING DAN KONFIGURASI MIKROTIK
Mikrotik sebagai gateway adalah salah satu konfigurasi yang paling sering ditemui selain sebagai manajemen bandwidth. Mikrotik sebagai gateway maksudnya adalah router mikrotik dimanfaatkan sebagai pintu gerbang tempat keluar masuknya paket dari dan ke internet, jadi semua paket akan dilewatkan melalui Mikrotik. Topologi yang digunakan pada jaringan model ini sangat sederhana, karena konfigurasi ini juga adalah konfigurasi dasar bagi seseorang yang ingin belajar tentang Mikrotik. Setiap orang yang ingin belajar tentang Mikrotik harus bisa melakukan konfigurasi ini. Berikut gambar yang saya buat untuk menggambarkan topologinya.
Settingan yang digunakan juga sangat sederhana. Berikut ini akan saya perlihatkan settingan Mikrotik sebagai gateway menggunakan Winbox. Disini saya menggunakan PC Router yang saya instal Mikrotik versi 3.20 dan saya pasangkan 2 buah kartu jaringan, dimana pada port pertama saya colokkan kabel yang berasal dari ISP, dan port kedua saya colokkan ke Switch yang terhubung ke LAN. Anda juga bisa menggunakan Router Board, sama saja.
1. Persiapan Awal
Hidupkan Router
Pastikan semua sudah terpasang dengan baik seperti topologi diatas.
Nyalakan salah satu komputer client untuk mensetting Router Mikrotik menggunakan Winbox. Kalau belum punya software Winbox, silahkan download di situs Mikrotiknya.
Jalankan Winboxnya.
Maka akan muncul jendela kecil, yaitu tampilan awal dari Winbox.
Klik tombol yang memiliki tiga titik […] disamping tombol [Connect]
Jika Routernya sudah terkoneksi dengan baik ke LAN, maka akan muncul sebuah list yang berisikan MAC Address dan IP Address.
Klik saja MAC Addressnya, lalu klik [Connect]
Maka akan muncul jendela admin dari router Mikrotik yang diremote menggunakan Winbox.
Apabila PC Router Mikrotik yang Anda gunakan ini sebelumnya sudah pernah disetting, maka lakukanlah reset ulang agar semua settingan kembali seperti awal pada saat belum dilakukan setting apapun. Caranya adalah klik tombol [New Terminal].
Maka akan muncul sebuah jendea yang memiliki latar belakang putih.
Ketikkanlah pada jendela putih itu tulisan, [system reset], jika diminta memilih Yes atai No, pilih saja Yes dengan menekan tombol [Y].
Setelah di reset biasanya router akan terdisconnect, konekkan kembali dengan langkah yang sudah dijelaskan sebelumnya.
Maka akan muncul jendela yang menanyakan, apakah akan menggunakan settingan default dari Mikrotik atau ingin menggunakan settingan sendiri. Klik [Remove Configuration] karena kita akan melakukan settingan sendiri.
Lalu agar mudah untuk diidentifikasi berikanlah nama untuk router yang digunakan. Dari [System] > [Identify]. Ketikkan nama router yang Anda inginkan, klik [Ok]. Disini saya memberikan nama [Gateway]. Sampai disini router sudah siap untuk dikonfigurasi.
2. Memberikan Komentar Pada Interface
Selanjutnya adalah memberikan komentar pada masing-masing interface agar mudah kita kenali, mana yang untuk ke ISP dan mana yang untuk ke LAN:
Klik [Interface].
Klik pada interface [ether1].
Klik icon yang bergambar kertas berwarna kuning, lalu isika komennya. Disini saya memberikan komen [TO INTERNET], karena interface ini yang akan menuju internet.
Begitu juga untuk [ether2]. Saya berikan komen [LOKAL]. Karena interface ini yang akan terhubung langsung ke jaringan lokal [LAN].
3. Memberikan IP Address
Untuk memberikan IP Address lakukan langkah berikut ini:
Klik [IP]
Pilih [Address]
Maka akan muncul jendela baru. Klik tanda [+] berwarna merah yang berada di sisi kiri atas dari jendela baru yang muncul tadi.
Ketikkan IP Address yang mengarah ke internet beserta subnetnya. Misalnya saya masukkan 10.10.1.1/24. Disini saya menggunakan simulasi, jadi jangan heran saya memasukkan IP Address seperti itu. Untuk Anda, silahkan Anda sesuaikan sendiri.
Setelah memasukkan, klik [Apply], maka akan muncul [Network Address] dan [Broadcast Addressnya]
Pilih interface yang mengarah ke internet, disini saya memilih [ether1].
Berikan komentar agar mudah dikenali dengan mengklik [Comment]. Berikan komentar Anda, disini saya memberikan komentar [IP Internet]
Klik [Ok]
Dengan langkah diatas kita telah menambahkan IP Address yang mengarah ke internet, selanjutnya adalah menambahkan IP Address yang mengarah ke jaringan lokal. Untuk caranya sama dengan langkah diatas, yaitu:
Klik lagi tanda [+] berwarna merah.
Ketikkan IP Address yang mengarah ke jaringan lokal beserta subnetnya. Misalnya saya masukkan 192.168.1.254/24. Untuk Anda, silahkan Anda sesuaikan dengan selera.
Setelah memasukkan, klik [Apply], maka akan muncul [Network Address] dan [Broadcast Addressnya].
Pilih interface yang mengarah ke lokal, disini saya memilih [ether2].
Berikan komentar agar mudah dikenali dengan mengklik [Comment]. Berikan komentar Anda, disini saya memberikan komentar [IP Lokal].
Klik [Ok]
4. Menambahkan Gateway
Agar jaringan lokal bisa melakukan akses ke jaringan luar (internet), maka harus dibuat routing table. Agar paket memiliki arah tujuan yang jelas dan paket tersebut tahu bagaimana cara dia menuju tujuannya, caranya adalah
Klik [IP]
Klik [Routes], maka akan terlihat 2 buah routing default.
Klik tanda [+] yang berwarna merah dibagian atas, maka akan muncul jendela baru.
Pada [Destination] biarkan dengan [0.0.0.0/0].
Pada [Gateway] isikan IP Address yang menjadi gateway dari router Anda. Disini saya memasukkan [10.10.1.254].
Tambahkan komentarnya.
Klik [Ok].
5. Menambahkan NAT
Tujuan membuat NAT rule adalah agar paket bisa dilewatkan ke jaringan luar atau internet. Agar paket yang berasal dari interface lokal [ethe2] bisa sampai ke tujuannya dengan melewati interface internet [ether1]. Caranya adalah sebagai berikut:
Klik [IP].
Pilih [Firewall].
Masuk ke tab [NAT].
Klik tanda [+] yang berwarna merah, maka akan muncul jendela [New NAT Rule].
Pada [Chain] pilih [srcnat].
Pada [Out Interface] pilih interface yang mengarah ke internet, yaitu [ether1].
Masuk ke ta [Action].
Pada [Action] pilih [masquerade].
Klik [Apply].
Tambahkan komentar jika perlu. Penuli menambahkan komentar [NAT Rule].
Klik [Ok] jika sudah selesai.
6. Memasukkan DNS
DNS digunakan sebagai penerjemah dari nama domain ke alamat IP, dan sebaliknya, yaitu dari alamat IP ke nama domain. Jadi apabila pengguna mengetikkan google.com di web browser, maka itu berarti pengguna memanggil alamat IP dari google.com yaitu 74.125.71.103. caranya adalah sebagai berikut:
Klik [IP].
Pilih [DNS], maka akan muncul jendela [DNS].
Klik [Settings].
Pada [Primary DNS] masukkan DNS utama. Misalnya saya masukkan DNS Speedy yaitu [203.130.196.155].
Pada [Secondary DNS] masukkan DNS alternatif. Misalnya [8.8.8.8] yaitu DNS yang dibuat oleh Google.
Berikan centang pada [Allow Remote Requests].
Klik [Ok] jika sudah selesai.
7. Tes Konfigurasi
Setelah itu langkah terakhir dari seting di router adalah melakukan pengecekan apakah konfigurasi yang dilakukan sudah benar atau belum. Caranya adalah:
Klik [New Terminal].
Lakukan ping ke salah satu domain yang Anda inginkan. Misalnya [ping google.com]. jika sudah ada balasan, mkaa berarti router sudah berhasil terkoneksi ke internet.
8. Tes Konfigurasi di Klien
Selanjutnya adalah melakukan tes koneksi ke internet dari klien, namun sebelumnya IP Address dari klien harus diatur sesuai dengan konfigurasi yang telah dibuat. Berikut adalah konfigurasi klien sesuai dengan konfigurasi yang penulis buat dari Windows XP:
IP Address : 192.168.1.1
Subnet mask : 255.255.255.0
Default Gateway : 192.168.1.254
Preferred DNS : 203.130.196.155
Alternate : 8.8.8.8
Lakukan ping dari Command Prompt ke salah satu domain di internet, misalnya google.com dengan mengetikkan perintah [ping google.com]. jika ada reply itu berarti konfigurasi sudah berhasil. Jika belum coba lebih teliti lagi dalam melakukan konfiurasi
Komentar
Posting Komentar