JSON

 

 

 

 

JSON

 

 

 


 

 

 

JSON (JavaScript Object Notation) adalah format file berbasis teks yang umumnya digunakan dalam proses pertukaran data antara server dan klien. File JSON memiliki ekstensi .json serta menggunakan teks yang sama-sama bisa dibaca oleh manusia dan dipahami oleh komputer.

 

 

 

 

A.

 

 

JSON sendiri terdiri dari dua struktur, yaitu:

 

1.

 

Kumpulan value yang saling berpasangan. Dalam JSON, contohnya adalah object.

 

2.

 

Daftar value yang berurutan, seperti array.

 

 

 

 

B.

 

 

Berikut ini beberapa bahasa pemrograman lain yang mendukung penggunaan format tersebut adalah :

 

1.

 

PHP

 

2.

 

Python

 

3.

 

Ruby

 

4.

 

C++

 

5.

 

Perl

 

 

 

 

C.

 

 

FUNGSI JOSN

 

 

 

Fungsi JSON kurang lebih sama dengan XML. Sebelum JSON diciptakan, format bahasa markup ini sering digunakan dalam AJAX JavaScript (asynchronous JavaScript and XML) untuk penyimpanan dan perpindahan data.

Berkat gabungan keduanya, developer dapat membuat halaman website di mana informasinya dapat diperbarui tanpa harus memuat ulang halaman tersebut. Ini sudah menjadi hal yang umum, terutama dengan menjamurnya tren aplikasi web.

JSON memiliki fungsi yang sama. Bedanya, ia memiliki beberapa keunggulan yang membuatnya lebih sering digunakan daripada XML, termasuk:

 

 

·          

File yang lebih ringan


 

·          

Struktur kode yang lebih sederhana

 

 

·          

Kode yang mudah dipahami oleh manusia

 

 

 

 

D.

 

 

CARA MENGGUNAKAN JSON

 

 

 

Ada dua hal yang perlu Anda pelajari agar dapat menggunakan JSON, yaitu syntax (cara penulisan) dan jenis value-nya. Untuk memahami keduanya, simak penjelasan di bawah ini.


 

1.

 

Syntax JSON

 

 

 

Pada contoh di bagian sebelumnya memang menunjukkan bahwa JSON memiliki struktur kode yang sederhana. Namun, mari lihat contoh yang lebih simpel lagi agar Anda tahu apa saja yang ada dalam syntax-nya:

{"city":"New York", "country":"United States "}

JSON selalu dibuka dan ditutup dengan tanda {} atau kurung kurawal. Syntax-nya terdiri dari dua elemen, yaitu  key dan value. Keduanya dipisahkan oleh titik dua agar jelas.

Contoh key adalah “city”, sedangkan “New York” adalah contoh value. Keduanya selalu dibuka dan ditutup dengan tanda kutip ganda. Perlu Anda ingat bahwa kedua tidak ada spasi di antara kedua elemen tersebut.

Apabila ada lebih dari satu pasang key dan value, Anda perlu memisahkannya dengan tanda koma yang diikuti spasi. Ini dapat Anda lihat pada contoh di atas.meskipun key harus berupa string, Anda dapat menggunakan beberapa jenis data sebagai value-nya. Apa saja itu? Mari kita bahas di bagian selanjutnya.

 

 

 

 

E.

 

 

JENIS JENIS VALUE JSON

 

 

 

JSON adalah aspek penting bagi para programer tingkat pemula hingga profesional. Karena dengan menggunakan bahasa program tersebut akan lebih memudahkan dalam menampilkan data yang sudah ditransfer.

Kamu juga harus tahu mengenai jenis jenis value dalam bahasa program JSON. Tentunya ilmu ini sangat bermanfaat untuk diterapkan pada dunia IT.

 

 

 

Setidaknya ada enam jenis data yang dapat digunakan sebagai value JSON, yaitu:


 

1.

 

String

 

 

 

String merupakan deretan program yang memiliki sifat Unicode, seperti angka, huruf, atau simbol dapat disatukan. Sayangnya kamu harus menggunakan dua tanda kutip.


 

2.

 

Object

 

 

 

Biasanya object pada rangkaian JSON diapit oleh “{}”. Penerapan tersebut diharapkan unik dan tidak memiliki kesamaan dengan object lainnya.


 

3.

 

Array

 

 

 

Penerapannya lebih sederhana dibandingkan dengan jenis value object, karena hanya memanfaatkan sederet value dan dipisahkan dengan tanda koma. Itu semua serupa dengan object, tetapi pada rangkaian array tidak memiliki value.


 

4.

 

Boolean

 

 

 

Jenis yang kedua adalah boelan. Ketika menentukan poin ”true” dan salah “false” akan menjadi fungsi dari boelan. Pengaplikasiannya juga tidak menggunakan tanda kutip di JSON.


 

5.

 

Number

 

 

 

Jenis value JSON yang terakhir adalah Number. Hal tersebut memungkinkan kamu untuk memasukan ragam angka pada satu rangkaian.


 

6.

 

Null

 

 

 

Null masuk ke dalam jenis data di JSON yang tidak memerlukan tanda kutip. Khususnya, ketika melakukan proses data input. Pengaplikasiannya juga memiliki dua makna yaitu harus diisi dengan nilai valid atau dibiarkan kosong dan tidak bermakna apa apa.

 

 

 

 

F.

 

 

KELEBIHAN JSON

 

1.

 

Dapat menyimpan data dalam bentuk array dan menjadikan transfer data menjadi lebih mudah.

 

2.

 

Sintaks yang lebih ringan dan berukuran lebih kecil.

 

3.

 

Mendukung beberapa bahasa pemrograman lain.

 

4.

 

Lebih cepat dalam parsing data di sisi server.

 

 

 

 

G.

 

 

KEKURANGAN JSON

 

1.

 

Format penulisannya agak sulit untuk dipahami.

 

2.

 

Rentan terhadap hacking

 

 

 

 

H.

 

 

CARA MENYIMPAN DATA JSON DI DATABASE

 

 

 

Untuk Anda yang ingin mengetahui bagaimana cara menyimpan data JSON di database website bisnis online sendiri, Anda dapat mempertimbangkan keempat metode berikut.

 

 

 

 

 

1.

 

Tabel klasik dan sederhana

 

 

 

Tabel klasik merupakan cara yang paling sederhana untuk menyimpan data JSON. Sebab, Anda hanya perlu membuat dua kolom berisikan ID dokumen dan isinya. Kemudian, sistem database akan langsung mengambil dokumen yang Anda minta berdasarkan hasil input ID-nya. Praktisnya lagi, fitur ini juga bisa Anda gunakan untuk memperbarui isi file JSON yang tersimpan di database.

Namun, karena formatnya yang terbatas, Anda lebih disarankan untuk menggunakan metode penyimpanan ini kalau ukuran file JSON-nya tidak melebihi 2 GB.

 

 

 

 

 

2.

 

Lebih responsif

 

 

 

Waktu yang dibutuhkan untuk memproses data JSON memang lebih sedikit, dan ini berkat format penulisan kodenya yang tidak memerlukan terlalu banyak karakter. Sehingga, data akan lebih cepat tiba di server, dan Anda dapat mengeksekusi fungsi yang ditulis dalam kode dalam waktu kurang dari satu menit. Hasilnya, pengguna yang mengakses website Anda pun bisa menggunakan fitur di sana tanpa harus menunggu lama.

 

 

 

 

 

3.

 

Format yang lebih sederhana

 

 

 

Pernahkah Anda kesulitan mengecek akurasi sebuah kode dalam waktu singkat karena barisnya yang terlalu panjang atau syntax penulisannya yang rumit? Anda tidak perlu mengkhawatirkan hal tersebut dengan format JSON. Justru, berkat formatnya yang memiliki hierarki data lebih jelas, Anda bisa langsung menemukan bagian mana yang harus ditingkatkan dengan lebih cepat. Jadi, Anda dapat menjaga kepuasan pengguna tanpa perlu menghabiskan terlalu banyak waktu.

 

 

 

 

 

4.

 

Didukung oleh banyak browser dan platform

 

 

 

Aksesibilitas web menjadi topik hangat belakangan ini karena semua orang ingin dapat menggunakan teknologi dengan leluasa. Maka dari itu, wajar jika mungkin pilihan browser Anda berbeda dengan orang lain.

Di saat seperti ini, JSON menawarkan keunggulan terbaik dengan formatnya. Karena, hampir semua browser modern yang tersedia di pasaran zaman sekarang dapat memproses data JSON dengan lancar, jadi Anda pun bisa mengakses berbagai website tanpa masalah.


 

5.

 

Tidak ada data tanggal

 

 

 

Setelah membahas apa saja kelebihan dari JSON, Anda juga perlu mengetahui keterbatasannya. Memang, JSON bisa menampung berbagai jenis data, mulai dari teks, angka, sampai hasil uji logika. Namun, sayangnya format ini tidak memiliki fungsi tertentu untuk data tanggal. Oleh sebab itu, banyak programmer yang menggunakan data angka untuk menulis tanggal, tetapi hal ini bisa menciptakan format penulisan yang tidak seragam antara satu halaman dengan lainnya.

 

 

 

 

 

6.

 

Lebih rentan terhadap serangan

 

 

 

JSON juga punya salah satu kelemahan utama. Meskipun kini sudah ada banyak browser yang mendukung format data JSON, tetapi tidak dapat disangkal kalau masih ada kelompok yang menggunakan browser lama. Padahal, browser tersebut belum tentu dapat memproses format JSON.

Dalam kondisi tersebut, browser yang sudah berusia tua akan menggunakan fungsi eval() untuk memproses objek JavaScript secara manual. Sayangnya, langkah ini justru membuat sistem keamanan Anda lebih rentan mengalami serangan siber dari injeksi kode negatif buatan pengguna lain.

Untuk mengatasi risiko ini, ketika mengembangkan aplikasi atau API menggunakan teknologi JSON, kita harus selalu mengingatkan user kita untuk selalu mengupdate browser terbaru mereka dan juga berhati-hati terhadap ancaman malware yang bisa mengintai kapanpun.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA INSTALL ULANG WINDWOS 10

CCTV

Cara Download CorelDraw 2019 FULL CRACK Gratis Langsung Bisa 100%