MONGODB

 

 

 

 

MONGODB

 

 

 

 

 

 

MongoDB adalah salah satu jenis database NoSQL (Not Only SQL) yang dirancang untuk menyimpan data dalam bentuk dokumen JavaScript object notation (JSON). Database ini terbilang cukup populer digunakan dalam pengembanan website. Tidak heran, banyak perusahaan besar yang mengandalkan MongoDB, seperti Google, Adobe, dan eBay. Lebih dari itu, MongoDB juga dirancang untuk mengatasi beberapa masalah yang dihadapi oleh database relasional tradisional, seperti skalabilitas horizontal, fleksibilitas schema, dan kinerja yang lebih baik untuk aplikasi dengan volume data yang besar dan kompleks.  MongoDB menyimpan data dalam dokumen yang dapat berisi berbagai jenis data seperti string, angka, daftar, bahkan dokumen lain. Dokumen tersebut kemudian dikelompokkan ke dalam koleksi, yang setara dengan tabel dalam database relasional tradisional.  Salah satu kelebihan MongoDB adalah kemampuannya untuk skalabilitas horizontal, yang berarti dapat dengan mudah menambahkan lebih banyak server untuk meningkatkan kinerja dan kapasitas penyimpanan. Selain itu, MongoDB juga menyediakan berbagai fitur untuk manajemen data seperti index, replikasi, dan sharding.

 

 

 

 

A.

 

 

Komponen penting dalam sistem database MongoDB

 

 

·          

Database yang merupakan wadah dengan struktur penyimpanan yang disebut collection.

 

 

·          

Collection yang merupakan kumpulan informasi data yang berbentuk dokumen. 

 

 

·          

Document merupakan satuan unit terkecil dalam MongoDB.

 

 

 

 

B.

 

 

Cara Kerja MongoDB

 

 

 

MongoDB beroperasi menggunakan prinsip penyimpanan basis data dokumen yang memanfaatkan format JSON untuk mengorganisasi data. Setiap dokumen adalah unit data yang terorganisir dalam koleksi, mirip dengan tabel dalam sistem basis data relasional.

Struktur yang tidak ketat ini memungkinkan penyesuaian dinamis terhadap data yang beragam. MongoDB juga mendukung berbagai fitur tingkat lanjut seperti replikasi data dan shard untuk mendukung distribusi dan ketersediaan data.

Lingkungan MongoDB menyediakan server bagi pengguna untuk membuat basis data dengan MongoDB. MongoDB menyimpan data sebagai rekaman yang terdiri dari koleksi dan dokumen.

Dokumen berisi data yang ingin disimpan pengguna dalam basis data MongoDB. Dokumen terdiri dari pasangan bidang dan nilai. Dokumen merupakan unit dasar data dalam MongoDB. Dokumen serupa dengan JavaScript Object Notation (JSON) tetapi menggunakan varian yang disebut Binary JSON (BSON). Manfaat menggunakan BSON adalah mengakomodasi lebih banyak tipe data. Bidang dalam dokumen ini seperti kolom dalam basis data relasional. Nilai yang terkandung dapat berupa berbagai tipe data, termasuk dokumen lain, array, dan array dokumen, menurut panduan pengguna MongoDB. Dokumen juga akan menyertakan kunci utama sebagai pengenal unik. Struktur dokumen diubah dengan menambahkan atau menghapus bidang baru atau yang sudah ada.

Kumpulan dokumen disebut koleksi, yang berfungsi sebagai padanan tabel basis data relasional. Koleksi dapat berisi semua jenis data, tetapi batasannya adalah data dalam koleksi tidak dapat disebarkan ke berbagai basis data. Pengguna MongoDB dapat membuat beberapa basis data dengan beberapa koleksi.

Mongo shell merupakan komponen standar dari distribusi sumber terbuka MongoDB. Setelah MongoDB terinstal, pengguna menghubungkan mongo shell ke instans MongoDB yang sedang berjalan. Mongo shell berfungsi sebagai antarmuka JavaScript interaktif ke MongoDB, yang memungkinkan pengguna untuk meminta atau memperbarui data dan melakukan operasi administratif.

Representasi biner dokumen mirip JSON disediakan oleh format penyimpanan dokumen dan pertukaran data BSON. Pemecahan otomatis adalah fitur utama lain yang memungkinkan data dalam koleksi MongoDB didistribusikan ke beberapa sistem untuk skalabilitas horizontal, seiring dengan peningkatan volume data dan persyaratan throughput.

DBMS NoSQL menggunakan arsitektur master tunggal untuk konsistensi data, dengan basis data sekunder yang menyimpan salinan basis data primer. Operasi secara otomatis direplikasi ke basis data sekunder tersebut untuk failover otomatis .

 

 

 

 

C.

 

 

Fungsi MongoDB

 

 

 

MongoDB menawarkan berbagai fungsi yang menunjang kinerjanya sebagai sistem basis data modern. Berikut beberapa fungsi lain dari MongoDB yang penting untuk diketahui:


 

1.

 

Penyimpanan data non-relasional

 

 

 

MongoDB menyimpan data dalam format dokumen non-relasional yang menjadikannya sangat fleksibel. Tidak ada batasan ketat terhadap skema dari dokumen-dokumen ini, sehingga memungkinkan pengembangan aplikasi lebih gesit dan adaptif terhadap perubahan data.


 

2.

 

Indexing

 

 

 

MongoDB mendukung pembuatan indeks yang membantu mempercepat pencarian data, mirip seperti indeks dalam buku. Indexing yang efektif di MongoDB memungkinkan kamu mengakses data dengan cepat sehingga meningkatkan efisiensi aplikasi yang menggunakan basis data ini.


 

3.

 

Aggregation framework

 

 

 

MongoDB memiliki fitur aggregation pipeline yang memungkinkan pengguna untuk melakukan operasi pemrosesan data, seperti filtering, sorting, grouping, dan joining data, dengan cara yang efisien dan cepat.


 

4.

 

Manajemen data geospasial

 

 

 

MongoDB memiliki dukungan bawaan untuk tipe data geospasial, memungkinkan penyimpanan, pencarian, dan analisis data yang melibatkan koordinat geografis, seperti pencarian lokasi terdekat (nearby).

 

 

 

 

D.

 

 

Fitur MongoDB

 

 

 

Fitur-fitur MongoDB meliputi berikut ini:

 

1.

 

Replikasi

 

 

 

Set replika terdiri dari dua atau lebih instans MongoDB yang digunakan untuk menyediakan ketersediaan tinggi. Set replika terdiri dari server primer dan sekunder. Server MongoDB primer melakukan semua operasi baca dan tulis, sementara replika sekunder menyimpan salinan data. Jika replika primer gagal, replika sekunder kemudian digunakan.


 

2.

 

Skalabilitas

 

 

 

MongoDB mendukung penskalaan vertikal dan horizontal. Penskalaan vertikal bekerja dengan menambahkan lebih banyak daya ke mesin yang sudah ada, sedangkan penskalaan horizontal bekerja dengan menambahkan lebih banyak mesin ke sumber daya pengguna.


 

3.

 

Penyeimbangan beban

 

 

 

MongoDB menangani penyeimbangan beban tanpa memerlukan penyeimbang beban khusus yang terpisah, baik melalui penskalaan vertikal maupun horizontal.


 

4.

 

Tanpa skema

 

 

 

MongoDB adalah database tanpa skema, yang berarti database dapat mengelola data tanpa memerlukan cetak biru.


 

5.

 

Dokumen.

 

 

 

Data dalam MongoDB disimpan dalam dokumen dengan pasangan kunci-nilai, bukan baris dan kolom, yang membuat data lebih fleksibel jika dibandingkan dengan database SQL.

 

 

 

 

E.

 

 

Keuntungan MongoDB

 

 

 

MongoDB menawarkan beberapa manfaat potensial:

 

1.

 

Tanpa skema.

 

 

 

Seperti basis data NoSQL lainnya, MongoDB tidak memerlukan skema yang telah ditetapkan sebelumnya . Ia menyimpan semua jenis data. Hal ini memberi pengguna fleksibilitas untuk membuat sejumlah kolom dalam dokumen, sehingga memudahkan penskalaan basis data MongoDB dibandingkan dengan basis data relasional.


 

2.

 

Berorientasi pada dokumen

 

 

 

Berorientasi pada dokumen. Salah satu keuntungan menggunakan dokumen adalah objek-objek ini dipetakan ke tipe data asli dalam beberapa bahasa pemrograman. Memiliki dokumen yang disematkan juga mengurangi kebutuhan untuk bergabung dengan basis data, yang dapat menurunkan biaya.


 

3.

 

Skalabilitas

 

 

 

Fungsi inti MongoDB adalah skalabilitas horizontalnya, yang menjadikannya basis data yang berguna bagi perusahaan yang menjalankan aplikasi big data. Selain itu, sharding memungkinkan basis data mendistribusikan data ke seluruh kluster mesin. MongoDB juga mendukung pembuatan zona data berdasarkan kunci shard.


 

4.

 

Dukungan pihak ketiga

 

 

 

MongoDB mendukung beberapa mesin penyimpanan dan menyediakan API mesin penyimpanan yang dapat dicolokkan yang memungkinkan pihak ketiga mengembangkan mesin penyimpanan mereka sendiri untuk MongoDB.


 

5.

 

Agregasi

 

 

 

DBMS juga memiliki kemampuan agregasi bawaan , yang memungkinkan pengguna menjalankan kode MapReduce langsung pada basis data daripada menjalankan MapReduce pada Hadoop . MongoDB juga menyertakan sistem berkasnya sendiri yang disebut GridFS, mirip dengan Hadoop Distributed File System . Penggunaan sistem berkas ini terutama untuk menyimpan berkas yang lebih besar dari batas ukuran BSON sebesar 16 MB per dokumen. Kesamaan ini memungkinkan MongoDB digunakan sebagai pengganti Hadoop, meskipun perangkat lunak basis data terintegrasi dengan Hadoop, Spark , dan kerangka kerja pemrosesan data lainnya.

 

 

 

 

F.

 

 

Kekurangan MongoDB

 

 

 

Meskipun MongoDB memiliki beberapa manfaat berharga, ada juga beberapa kelemahannya.


 

1.

 

Kontinuitas

 

 

 

Dengan strategi failover otomatisnya, pengguna cukup menyiapkan satu simpul master dalam kluster MongoDB. Jika simpul master gagal, simpul lain akan otomatis beralih ke simpul master yang baru. Peralihan ini menjanjikan kontinuitas, tetapi tidak instan -- bisa memakan waktu hingga satu menit. Sebagai perbandingan, basis data Cassandra NoSQL mendukung beberapa simpul master. Jika satu simpul master mati, simpul master lain siap sedia, sehingga menciptakan infrastruktur basis data dengan ketersediaan tinggi.


 

2.

 

Batasan penulisan

 

 

 

Node master tunggal MongoDB juga membatasi seberapa cepat data dapat ditulis ke dalam basis data. Penulisan data harus dicatat pada node master, dan penulisan informasi baru ke dalam basis data dibatasi oleh kapasitas node master tersebut.


 

3.

 

Konsistensi data

 

 

 

MongoDB tidak menyediakan integritas referensial penuh melalui penggunaan batasan kunci asing, yang dapat memengaruhi konsistensi data.


 

4.

 

Keamanan

 

 

 

Selain itu, autentikasi pengguna tidak diaktifkan secara default di basis data MongoDB. Namun, peretas jahat telah menargetkan sejumlah besar sistem MongoDB yang tidak aman dalam serangan, yang menyebabkan penambahan pengaturan default yang memblokir koneksi jaringan ke basis data jika belum dikonfigurasi oleh administrator basis data.

 

 

 

 

G.

 

 

Cara Install MongoDB (Ubuntu & Windows)

 

 

 

Untuk menginstall MongoDB pada perangkat Linux seperti Ubuntu, Anda dapat mengunjungi panduan kami yang membahas cara install MongoDB di Ubuntu.

 

 

 

Sementara itu, cara install MongoDB Windows adalah sebagai berikut:

 

1.

 

Buka halaman resmi MongoDB, lalu klik tombol Download.

 

2.

 

Silakan tunggu proses download MongoDB. Jika sudah, klik dua kali file installer untuk memasangnya.

 

3.

 

Ikuti proses instalasi sistem database yang satu ini hingga tuntas.

 

4.

 

Jika sudah, silakan buka aplikasi Command Prompt yang terpasang di komputer, lalu jalankan perintah yang ada.

 

5.

 

Setelah itu, lanjutkan dengan membuat service MongoDB. Caranya dengan mengeksekusi command.

 

6.

 

Terakhir, silakan restart komputer Windows Anda untuk mulai menjalankan MongoDB.

 

 

 

 

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA INSTALL ULANG WINDWOS 10

CCTV

Cara Download CorelDraw 2019 FULL CRACK Gratis Langsung Bisa 100%