OSI 7 LAYER

 

 

 

OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI) 7 LAYER


 

 

 

A.

 

Pengertian OSI Layer

 

 

Setiap komputer dalam jaringan memiliki metode komunikasi yang berbeda-beda. Misalnya, komputer dari merek A menggunakan bahasa khusus yang hanya memungkinkan interaksi dengan perangkat sejenis. Fenomena serupa juga terjadi dalam sistem jaringan, di mana pertukaran data antar jaringan yang berbeda sering kali mengalami hambatan. Namun, komunikasi yang efektif tidak hanya penting dalam satu jaringan saja.

Untuk mengatasi masalah ini, diperlukan suatu standar yang dapat menjembatani komunikasi secara menyeluruh. Itulah mengapa ISO (International Organization for Standardization) merumuskan standar OSI Layer sebagai panduan protokol komunikasi untuk berbagai jenis jaringan.

Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa OSI Layer adalah sebuah konsep yang memungkinkan pertukaran informasi terjadi antara berbagai jenis sistem komunikasi komputer, dengan menggunakan protokol standar.

 

 

 

B.

 

Sejarah Singkat OSI Layer

 

 

Sebelum standar OSI Layer diperkenalkan, komunikasi antar komputer menggunakan protokol yang dikembangkan secara terpisah oleh berbagai produsen dan pengembang perangkat. Hal ini menyebabkan munculnya berbagai protokol yang berbeda meskipun berada dalam jaringan yang sama.

Variasi protokol ini menimbulkan tantangan dalam komunikasi, karena pertukaran informasi menjadi sulit antara perangkat atau jaringan yang menggunakan protokol yang berbeda. Untuk mengatasi masalah ini, pada akhir tahun 1970-an, dua inisiatif besar diluncurkan untuk menetapkan standar protokol yang bisa diterima secara universal.

Proyek pertama dikerjakan oleh ISO, sedangkan proyek kedua dilakukan oleh CCITT, Komisi Konsultan Komunikasi dari Prancis. Keduanya menghasilkan konsep-konsep inovatif yang kemudian digabungkan menjadi satu model bernama Open System Interconnection (OSI) pada tahun 1983.

OSI Layer dirancang untuk menjadi model protokol komunikasi yang diadopsi secara global oleh para pengembang internet. Namun, tujuan ini tidak sepenuhnya tercapai karena munculnya protokol TCP/IP yang dikembangkan oleh Departemen Pertahanan AS, yang dinilai lebih efisien dalam penerapannya.

Walaupun demikian, OSI Layer masih banyak digunakan hingga saat ini, terutama dalam konteks pendidikan. Biasanya, OSI Layer digunakan untuk menggambarkan cara kerja dan hubungan antar protokol dalam jaringan komunikasi.

 

 

 

C.

 

Fungsi OSI Layer

 

 

Fungsi utama OSI Layer adalah untuk mempermudah pembuatan PC, jaringan komputer, dan perangkat lunak sehingga produk-produk ini bisa terhubung tanpa pengaturan khusus. Namun, dalam praktiknya, produsen dan pengembang tidak selalu menggunakan protokol OSI Layer karena tidak semua aplikasi memerlukannya atau mungkin lebih cocok dengan protokol yang lebih sederhana.

Meski demikian, konsep OSI Layer tetap relevan dan banyak digunakan, terutama untuk mendiagnosis masalah yang menyebabkan kegagalan fungsi jaringan.

Keunggulan OSI Layer terletak pada kemampuannya untuk mempermudah identifikasi titik masalah, yang membantu mempercepat proses pemecahan masalah jaringan. Hal ini membuat upaya perbaikan jaringan menjadi lebih efisien dan cepat.

 

 

 

D.

 

7 Lapisan OSI Layer

 

 

Standar OSI Layer beroperasi dengan pendekatan sistematis yang terstruktur. Konsep ini membagi proses komunikasi menjadi tujuh lapisan abstrak, masing-masing dengan fungsi tertentu. Berikut adalah rincian dari tujuh lapisan dalam OSI Layer:

 

 

 

 

1.

Application layer (Lapisan ke-7)

 

 

Pada layer paling atas terdapat application layer, di lapisan ini terjadinya interaksi pengguna dengan aplikasi yang menggunakan fungsionalitas jaringan. Beberapa contoh protokol yang ada di layer ini seperti HTTP, SMTP, dan protokol lain.

 

 

 

 

2.

Presentation layer (Lapisan ke-6)

 

 

Presentation layer berfungsi untuk mengidentifikasi sintaks yang dipakai host jaringan untuk berkomunikasi. Lapisan ini akan memberi enkripsi serta deskripsi data yang nantinya akan dipakai dalam application layer. Pada lapisan ini, data akan terenkripsi dan dekripsi otomatis melalui sistem. Beberapa protokol di lapisan ini seperti MIME, TLS, SSL, dan lainnya.

 

 

 

 

3.

Session layer (Lapisan ke-5)

 

 

Lapisan ini membuka-tutup saluran komunikasi antar perangkat yang disebut sessions. Lapisan ini juga bertanggung jawab untuk membuka session dan memastikannya tetap terbuka ketika data sedang dikirim. Selanjutnya apabila komunikasi sudah berakhir, session layer-lah yang akan menutup sessions lagi. Tak hanya itu, lapisan ini juga mengatur checkpoint selama proses transfer. Apabila session terganggu, perangkat dapat melanjutkan transfer data dari checkpoint terakhir.

 

 

 

 

4.

Transport layer (Lapisan ke-4)

 

 

Transport layer berperan sebagai penanggung jawab kiriman pesan antara dua perangkat, mengambil data dari lapisan sebelumnya dan meneruskannya ke lapisan berikutnya, sekaligus memastikan bahwa data tersampaikan dengan baik.

 

 

 

 

5.

Network layer (Lapisan ke-3)

 

 

Lapisan network bertugas untuk mendefinisikan IP address sehingga setiap komputer dapat saling terkoneksi dalam sebuah jaringan. Kemudian fungsi berikutnya adalah membagi data menjadi beberapa paket lalu mengembalikannya setelah data berhasil diterima.

 

 

 

 

6.

Data link layer (Lapisan ke-2)

 

 

Data Link layer ini bertugas membuat dan mengakhiri sebuah koneksi antara dua node atau jaringan yang terhubung secara fisik. Data link layer ini juga memecah data dari network layer menjadi bagian-bagian kecil yang disebut frame, lalu mengirimkannya ke tujuan, hampir sama seperti network layer. Intinya, lapisan ini juga mengontrol aliran data dan memeriksa kesalahan yang terjadi.

 

 

 

 

7.

Physical layer (Lapisan ke-1)

 

 

Lapisan pertama pada OSI adalah physical layer, yaitu lapisan yang bertanggung jawab mentransmisikan data dalam bentuk bit stream. Physical layer mencakup segala peralatan pertukaran informasi yang dimiliki oleh dua perangkat yang melakukannya, termasuk kabel dan tombol-tombol.

Adapun jenis sinyal yang dipakai pada lapisan ini tidak boleh sembarangan sehingga mampu menerima sinyal dengan baik. Jenis sinyalnya pun harus didukung media fisik, seperti kabel, infrared, cahaya biasa, frekuensi radio, dan tegangan listrik. Setelah dari physical layer, kemudian diteruskan ke lapisan kedua.

 

 

 

E.

 

Cara Kerja OSI Layer

 

 

Cara kerja OSI Layer terjadi di perangkat pengirim maupun perangkat penerima. Maksudnya, data dari perangkat pengirim akan melewati layer atau lapisan 1 sampai 7. Sebelum sampai ke perangkat penerima, data tersebut masih harus melewati tujuh layer yang sama, tetapi urutannya terbalik.

Di bawah ini terdapat langkah ketika OSI Layer bekerja:

 

1.

Pertama, application layer akan mengirim data yang diminta pengguna pada perangkat yang menerima data.

 

2.

Setelah itu, pada presentation layer terjadi konversi email menjadi sebuah format jaringan.

 

3.

Kemudian akan dibuat sesi perjalanan data hingga proses pengiriman data selesai. Sesi ini dilakukan pada session layer.

 

4.

Setelah itu, pengirim akan melakukan pemecahan data pada transport layer, kemudian dikumpulkan lagi pada transport layer penerima.

 

5.

Lalu network layer akan membuatkan alamat untuk mengarahkan agar data bisa sampai di tujuan dengan benar.

 

6.

Setelah data dibuatkan alamatnya, kemudian data akan dibuat menjadi bentuk frame.

 

7.

Kemudian pada lapisan utama OSI layer terjadi pertukaran data tersebut, yaitu data akan melewati perantara jaringan transport penerima.

 

8.

Setelah itu proses akan berbalik yaitu dari physical layer ke application layer hingga mengarah ke jaringan komputer pengguna.

 

 

 

 

 

Itulah ulasan rinci mengenai OSI Layer. OSI Layer adalah sebuah standar yang dikembangkan oleh Organisasi Standardisasi Internasional (ISO) untuk memastikan bahwa komputer dapat berkomunikasi dengan lancar satu sama lain sesuai dengan protokol yang telah ditetapkan. Tujuh lapisan dalam OSI Layer mencakup Application, Presentation, Session, Transport, Network, Data Link, dan Physical. Setiap komunikasi antar komputer harus melalui ketujuh lapisan ini.

Top of Form

Bottom of Form

 

 

 

 

 

Referensi:

1.    https://www.dewaweb.com/blog/pengertian-osi-layer/

 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

CARA INSTALL ULANG WINDWOS 10

CCTV

Cara Download CorelDraw 2019 FULL CRACK Gratis Langsung Bisa 100%